Senin, 28 Juli 2008

Sengau dibalik tabir

Seorang insane menatap tabir. Mencari arsy, mencari pohon kehidupan. Namun, biru kembali menjadi pembatas cakrawala. Seribu tabir mewujud menjadi bianglala sebagai pembatas antara realita dan mimpi. Seribu bintang berdiam disana. Namun yang kita lihat hanyalah setitik. Manusia hanya bisa berharap dan bermimpi namun ilahi rabbi yang tahu segalanya.

(kantoro teko)

Tidak ada komentar: