Senin, 28 Juli 2008

Ekspektasiku

Bila kuturut ketakutanku, ingin diriku menjadi patung yang terawetkan. Cukup sampai disini dinamika hidupku biar ruang dan waktu tak lagi mengejra.

Aku malu mengenal diriku…….

Aku takut dengan jurang kegagalanku…..

Aku tak siap dalam ajang persaingan. Namun, bilik hatiku kembali tersiar. Mimpi adalah dunia penuh peluang. Peluang yang terentang antara nol dengan satu. Bila fisik burukkku lantang berteriak,” peluangku hanya satu diantara 1000”

Maka aku harus yakin. Aku msih punya peluang

(pondok malino jaya, 6 april 2008)

Tidak ada komentar: