Kembali handponku berdering menjadi simfoni yang biru. Disana, terpampang sebaris kalimat yang mengusik relungku. “wan, buatkan puisi untuk kami” kata orang itu padaku. Dia temanku. Dia sahabatku. Dia meminta seuntai kata yang kujalin sebagai penyempurna bunga-bunga yang mekar dihati mereka. Sesaat aku diam, tersenyum dibalik makna yang hilang.
Maaf sahabat!!!
Kali ini kau meminta pada orang yang salah
(pondok malino jaya, 30 januari 2008)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar