Sebenarnya, setiap hariku ingin membawa cerita yang merona. Membawa upeti kepada sang raja dan mengusap duka sisa kemarin lalu.
Tetapi apa dayaku.
Matahari yang kuharap kugenggam ditangan kanan, masih garang dibatas langit. Rembulan yang kuharap kugapai ditangan kiri masihlah berotasi antara sabit dan purnama.
Tetapi jiwaku tetap membara.
Tiada lelah menguntai lisan bahwa mimpi itu akan berujung dibatas cakrawala.
(pondok malino jaya. 12 april 2008).09:30 pm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar