Senin, 28 Juli 2008

RAUT WAJAH TANGIS.

Sepekan telah berlalu.

Tanah makassar tlah basah oleh rintik.

Namun diatas sana langit yang biru masihlah kelabu

dan

teratak rumah masih mengangis oleh rintik-rintik hujan.

Kusangka hari ini diriku akan tertawa riang.

Kusangka hari ini hatiku mulai ceria.

Kusangka hari ini senyumku mulai bersemi.

Tetapi tidak!!!!

Mataku mulai berkaca, berperang melawan rasa yang ingin tumpah.

Hanya bibir yang bergetar, dada yang sesak, raut yang pucat

menjadi pembaca gerak hatiku yang sebenarnya.

Aku harus terima tangis itu masihlah dekat.

Tidak ada komentar: