Mimpiku berlari, melemparkan aku ke alam sadarku. Sesaat, mataku senduh menatap untai aksara yang berarak menjadi kalimat yang punya makna.
Semua itu menhujam dadaku laksana sembilu nan tajam.
Menguncang asaku, dalam getar yang merangkul.
Membuatku diam dalam seribu bahasa.
Terhenyak tiada berdaya.!
Inikah buah yang musti kupetik karena kaki yang menapak diatas cadas ini?! Diriku tlah melangkah meninggalkan tumpu titian yang tak mungkin kembali lagi.
Aku ada disini.
Aku berdiri disini.
Ditempat dan waktu yang bernama realita.
Yach,…..
Atau inilah lakon yang musti kuperankan atas goresan skenario oleh penulis dan sutradara mayapada ini?1
Entah…….
Apakah diriku bisa menjadi aktor ataukah akan terdepak menjadi figuran sekedar pemanis belaka yang tak pernah diperhitungkan.
Maaf, aku ingin kembali lelap.
(Pondok malino jaya, minggu. 21 desember 2007)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar