Senin, 28 Juli 2008

LAKU SANG TAKDIR

Dengan penuh damba, kuurai keusangan yang membelit semalam.

Aku ragu, mampukah diriku bersinar laksana matahari yang mengufuk dibatas langit.

Ataukah diriku laksana rembulan yang kehilangan cahaya karena kehadiran sang surya?!

Manakutahu hari ini aku mendapat apa.

Kujalani hidup sebagai sebuh suratan tak sekedar takdir belaka.

(Pondok Malino Jaya. 9 Januari 2008.08:00)

Tidak ada komentar: