Senin, 28 Juli 2008

Kisah sejumput beras

Tak jarang kita lena menatap bintang-bintang dilangit. Seribu khayal, sejuta angan kita urai berharap taburan kilau itu bertekuk dalam genggaman kita

Lalu kesadaran perlahan datang!!!

Ternyata disekeliling kita hamparan pasir membelai tulus tak berharap kilau sekedar fatamorgana.

Yach,pasir itu ternyata emas yang tertidur

(kantoro teko)

Tidak ada komentar: