Aku termenung menatap gejolak yang mewabah. Canda tawa yang begitu lepas, hiruk pikuk orang-orang itu bahkan berbagai espresi yang terselubung. Dalam tatapku payah, kuuntai mimpi dan harap…….andai aku bias berlari pergi.
(pondok malino jaya)
setiap kata,adalah sembilu nan tajam yang mampu membawa espresi jiwa yang menggoresnya.seribu kegetiranku, sejuta jeritku dan sekuntum mimpi-mimpiku yang kurangkai menjadi sebait kata yang usang. kuharap, secercah cahya yang bersemayam mampu terlihat oleh mata yang menatap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar