Senin, 28 Juli 2008

SENDU IMAJIKU.

Selamat pagi, sahabat.

Untai aksara kembali kurangkai.

Kujalin penuh damba,

Kuuntai penuh kasih.

Meski kusadar tali itu amatlah rapuh. Haruskah kubuat kain, tersulam dari benang rapuh nan usang?! Yang kusadar tak pernah sudi meleburku.

Entahlah.

Gerimis senja mulai menangis seiring dengan senyum yang ingin kupoles.

Terpoles bersama lukaku.

Terkubur bersama mimpiku.

Aku ingin kembali sadar, ternyata diriku abadi dalam imajiku.

Pondok malino jaya, senin.17 desember 2007)

Tidak ada komentar: