Kutatap sorot mata itu, mata penuh Tanya yang terlontar bebas tanpa sekat. Kutangkap dengan berbagai rona mencoba mengartikan sesuai jiwa yang kutangkap. Benarkah jiwaku kerdil, benarkah kalbuku redup, adakah ruang untuk nama-nama sepertiku
(jurmat. 24 maret 2008) 13:50

Tidak ada komentar:
Posting Komentar