Senin, 28 Juli 2008

Sang penggugat

Kucoba selami jiwaku yang selalu rapuh dalam Tanya. Mengapa goresan nasib yang meraja ditangan ini selalu menjebakku dalam telaga tangisku.

Kugugat tahta ini.

Ingin kusibak tirai ini.

Berharap bertemu dzat mahatunggal.

Aku hanya ingin menangis dihadapanNya.

(Pondok malino. 3 Maret 2008)03:00 pm

Tidak ada komentar: