Tuntun diriku menyatu dengan kalian dalam rupa suka cita. Tegur aku, bila lakuku hitam oleh pendar jiwa kerdil.
setiap kata,adalah sembilu nan tajam yang mampu membawa espresi jiwa yang menggoresnya.seribu kegetiranku, sejuta jeritku dan sekuntum mimpi-mimpiku yang kurangkai menjadi sebait kata yang usang. kuharap, secercah cahya yang bersemayam mampu terlihat oleh mata yang menatap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar