skip to main | skip to sidebar

biaskataku

setiap kata,adalah sembilu nan tajam yang mampu membawa espresi jiwa yang menggoresnya.seribu kegetiranku, sejuta jeritku dan sekuntum mimpi-mimpiku yang kurangkai menjadi sebait kata yang usang. kuharap, secercah cahya yang bersemayam mampu terlihat oleh mata yang menatap.

Senin, 24 Maret 2008

Kata hatiku

Tuntun diriku menyatu dengan kalian dalam rupa suka cita. Tegur aku, bila lakuku hitam oleh pendar jiwa kerdil.

Diposting oleh irwan jafar di 10:16 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2009 (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2008 (114)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (6)
    • ►  Juli (50)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (10)
    • ▼  Maret (24)
      • Harapanku hampa
      • HARAPAN SANG KESATRIA
      • Hak dan kewajiban
      • Guru yang bijak
      • Follower dan transetter
      • Diam dan geliat
      • Diakhir sejarah sahabatku
      • DERITAN NAN KARAT
      • Cerita sang kakak
      • Bisikan-bisikan
      • Bisik intuisiku
      • Biarkan cintaku bersemi
      • Ambing rasaku
      • Alur sejarah yang terlupa
      • Aku takut
      • Aku belajar
      • Air mata pamungkas
      • 2007-2008
      • Kesempurnaan yang rapuh
      • Kata hatiku
      • BAKTI KITA
      • harapan hampa
      • Fajar dan senja
      • SANG PENGGUGAT
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)

Mengenai Saya

Foto saya
irwan jafar
saya ingin belajar terbang, ingin belajar merenang, ingin belajar berlari.meski semua itu tak bisa kulakukan secara sempurna.sebab aku, berjalan dengan merangkak
Lihat profil lengkapku