skip to main | skip to sidebar

biaskataku

setiap kata,adalah sembilu nan tajam yang mampu membawa espresi jiwa yang menggoresnya.seribu kegetiranku, sejuta jeritku dan sekuntum mimpi-mimpiku yang kurangkai menjadi sebait kata yang usang. kuharap, secercah cahya yang bersemayam mampu terlihat oleh mata yang menatap.

Rabu, 26 Maret 2008

Ambing rasaku

Sampai kapan aku mengarung dilautan perasaan ini? Sampai tak berdaya atau sampai ombak itu tunduk dibawah ujung kataku

(fs. Nirwana)

Diposting oleh irwan jafar di 10:57 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2009 (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2008 (114)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (6)
    • ►  Juli (50)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (10)
    • ▼  Maret (24)
      • Harapanku hampa
      • HARAPAN SANG KESATRIA
      • Hak dan kewajiban
      • Guru yang bijak
      • Follower dan transetter
      • Diam dan geliat
      • Diakhir sejarah sahabatku
      • DERITAN NAN KARAT
      • Cerita sang kakak
      • Bisikan-bisikan
      • Bisik intuisiku
      • Biarkan cintaku bersemi
      • Ambing rasaku
      • Alur sejarah yang terlupa
      • Aku takut
      • Aku belajar
      • Air mata pamungkas
      • 2007-2008
      • Kesempurnaan yang rapuh
      • Kata hatiku
      • BAKTI KITA
      • harapan hampa
      • Fajar dan senja
      • SANG PENGGUGAT
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)

Mengenai Saya

Foto saya
irwan jafar
saya ingin belajar terbang, ingin belajar merenang, ingin belajar berlari.meski semua itu tak bisa kulakukan secara sempurna.sebab aku, berjalan dengan merangkak
Lihat profil lengkapku