Hujan kembali datang pun sebagai pengabar kuasa ilahi. Seribu espresi terlukis diwajah-wajah itu. Lesuh, sedih, gunda dan pastinya hanya bocah-bocah yang tertawa girang menyambutnya. Karena banjir kudengar lagi satu mimpi dari bundaku
“saya ingin memasak, namun banjir di rumah membuatku tak nyaman”
Aku memang memiliki sepasang tangan. Namun karunia tuhan itu tak bisa kugunakan secara maksimal. Meskipun mungkin aku memiliki seribu tangan seperti dewa wisnu.
Aku pecundang.
Aku lemah.
Aku pelita padam
Tuhan…..
Peluangku hanyalah satu diantara 1000
Yakinkan aku!!!
Aku masih memiliki peluang
(pondok malino jaya. 5 februari 2008)08: 45 am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar