Rabu, 26 Maret 2008

Alur sejarah yang terlupa

Dalam pandangan keawaman, rona hanya kita simbolkan pada hitam dan putih saja. Kita lupa kalau ada kelabu bersama mereka. Bahkan ada merah, hijau, kuning, biru, ungu dan nila.

Dalam membaca rasa kerap terlantun manis dan pahit saja. Kita lupa ada asing, ada asam, gurih dan sepat. Dan banyak lagi noktah pengungkap yang hanya mengakui satu kelaziman, satu pandangan yang kerap memandang seeblah mata pada fenomena yang lain

(entol agape)

Tidak ada komentar: