Intuisiku kembali tak salah. Entah mengapa rasa tak berarti itu kembali menjamah. Mengusir cahya yang selalu menggelora didadaku. Haruskah aku terseret oleh arus ketakutanku? Haruskah kembali bersua dengan samudra luka yang pernah sekian lama mengubur jiwa ragaku. Tuhan, raih hambamu ini keatas arsy tertinggi yang pernah kau janjikan
(pondok malino jaya. 08 februari 2008) 08:38 pm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar