Hari itu, kutangkap lagi kilatan kecewa dimata bunda. Hari ketika toga dengan anggunnya membalut tubuhnya. Toga yang mestinya terpasung gagah ditubuhku ini.
Aku diam
Aku gagu
Kegagalan itu kembali menjadi belati yang menggores luka dihati orang yang menitipkan mahkota harapan dikepalaku. Mengharapkan aku menjadi pelita dikegelapan.
Maafkan aku
Maafkan aku
Mafkan aku
(pondok malino jaya, 31 januari 2008)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar