Selasa, 01 April 2008

Karena toga

Hari itu, kutangkap lagi kilatan kecewa dimata bunda. Hari ketika toga dengan anggunnya membalut tubuhnya. Toga yang mestinya terpasung gagah ditubuhku ini.

Aku diam

Aku gagu

Kegagalan itu kembali menjadi belati yang menggores luka dihati orang yang menitipkan mahkota harapan dikepalaku. Mengharapkan aku menjadi pelita dikegelapan.

Maafkan aku

Maafkan aku

Mafkan aku

(pondok malino jaya, 31 januari 2008)

Tidak ada komentar: