Selasa, 01 April 2008

Kaburnya pelangiku I

Biarlah kukubur nama pemberian orangtuaku dibalik tabir. Bersembunyi disana tak terbaca oleh hasrat yang terpasung. Karena apalah arti sebuah nama. Namun, sekedar hitam diatas putih kumaklumatkan nama dan tempatku. Biar dingin tak membawa berita buruk, biar burung tak berkicau salah saat ingin kusapa orang-orang yang mekar abadi direlung hatiku.

(entol agape)

Tidak ada komentar: