kupaksakan diri kembali mencoret, meski hanya kata yang tak baku. hanya resah yang tak bisa kuraba dimana dan dalam rupa apa dia.
yach, tuhanku.
engkau selalu bersamaku.
engkau selalu menatapku meski tak sekali saja aku membelakangimu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar